NOVEL 5 CM: MENGUPAS ARTI SEBUAH MIMPI DAN PERSAHABATAN


Resensi Buku [Novel]

Judul            : 5 cm
Penulis         : Donny Dhirgantoro
Penerbit      : Grasindo, PT Gramedia Widiasarana Indonesia
Tahun          : 2005
Cetakan       : XIV, Januari 2010
ISBN             : 9789790251762
Tebal            : 381 halaman

MENGUPAS ARTI SEBUAH MIMPI DAN PERSAHABATAN

Mimpi dan Sahabat. Dua kata yang bisa jadi (tak) saling berhubungan. Mimpi adalah gabungan antara keyakinan yang kuat dengan keinginan seseorang untuk meraihnya. Sementara sahabat, ia kadang menjadi instrument tak terbantahkan dalam mewarnai mimpi-mimpi itu. Sahabat adalah teman dikala kita senang, sedih, suka, duka, tawa, dan ceria. Sahabat akan datang walaupun kita tak memanggilnya. Dalam sahabat, ada rasa tak terlukiskan. Ada rasa tak terbantahkan. Kadang perasaan itu muncul di saat kita lama tidak berjumpa dengan sahabat kita itu.

Donny Dhirgantoro, novelis 5 cm
Demikianlah kira-kira Donny Dhirgantoro, sang penulis, mengartikan seklumit mimpi dan persahabaan dalam novelnya berjudul 5 cm ini. Ya! Novel yang diberi judul sangat simple—sebagian pembaca mengatakan misterius—ini telah membuat saya penasaran dan tertarik untuk membeli serta membacanya.

Dalam novel itu, Donny menampilkan arti penting persahabatan antara Genta, Riani, Arial, Ian, dan Zafran. Mereka berlima, walaupun sudah tujuh tahun menjalin persahabatan, sepakat untuk tidak bertemu dan berkomunikasi terlebih dahulu selama tiga bulan.

“Mungkin sebaiknya kita nggak usah ketemuan dulu,”
“Nggak nongkrong dulu, nggak kemana-mana bareng dulu, ilang aja dulu semuanya, ilang abis-abisan, nggak teleponan, nggak SMS-an…”
“Keluar dari gua kita untuk sementara….”
“Mungkin kita emang harus ngeliat dunia lain di luar tongkrongan kita dulu, jangan berlima melulu ke mana-mana,”
“Kita keluar sebentar aja, bermimpi lagi masing-masing tentang kita”
[kutipan dialog diantara tokoh 5 cm, hal. 62-63]


Al hasil, selama tiga bulan itulah, rupanya mereka telah banyak belajar untuk menjadi pribadi-pribadi yang tangguh, menjadi sosok manusia dewasa. Tepat pada tanggal 14 Agustus mereka sepakat untuk bertemu dan merayakan pertemuannya itu. Pertemuan pun akhirnya mereka kemas dengan melakukan ekspedisi ke puncak Mahameru, tanah tertinggi di pulau Jawa.

Dalam pendakiannya, Genta dan kawan-kawan harus dihantam habis-habisan oleh hujan debu dan dinginnya udara yang menyelimuti kawasan Mahameru. Tak berhenti sampai di situ, Donny melalui tokoh Ian, dalam perannya, menampilkan gambaran yang tak terduga ketika ia tidak lagi bergerak setelah diterpa batu yang terjatuh dalam pendakian curam. Namun akhirnya, Ian pun sadar dan mereka sampai di puncak tertinggi Mahameru itu.

Di puncak tertinggi itulah mereka menancapkan dalam-dalam akan mimpi-mimpi mereka masing-masing.

“Dan kamu akan selalu dikenang sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan, bukan cuma seonggok daging yang hanya punya nama. Kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya, bukan seorang pemimpi saja, bukan orang biasa-biasa saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaan. Tapi seorang yang selalu percaya akan keajaiban mimpi keajaiban cita-cita, dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkalkulasikan dengan angka berapapun…Dan kamu nggak perlu bukti apakah mimpi-mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya.”
“Percaya pada….5 centimeter di depan kening kamu.”
[kutipan tokoh 5 cm, hal. 363]

***

5 cm di puncak Mahameru
Sebagai gambaran awal tentang novel ini, saya kira, novel ini cukup menarik untuk dimiliki dan dibaca. Terutama oleh mereka yang menggandrungi arti sebuah persahabatan dan mimpi-mimpi di masa depan. Selain persahabatan dan mimpi, pembaca akan diajak mengarungi indahnya arti penting sebuah cinta, sebuah perjuangan kerja keras, dan juga nasionalisme.

Namun, ibarat pepatah yang pernah bilang, ”tak ada gading yang tak retak”, maka novel ini pun tak luput dari kekurangan. Satu hal yang kentara dari kekurangan novel ini adalah tidak cocok untuk semua umur. Andaikan saja novel ini bisa untuk semua umur, maka teori psikoanalisnya Sigmund Freud akan bisa digunakan di sana. Freud mengatakan bahwa perilaku manusia di masa mendatang dipengaruhi oleh masa kecilnya, maka, mimpi-mimpi itu akan dengan mudah dirangkai jika sejak kecil pula manusia sudah belajar merangkainya. Perjuangan meraih mimpi yang disuguhkan oleh penulis dapat diciptakan dengan mudah jika sejak dini pula mimpi itu dipelajari oleh manusia.

Membaca 5 cm di puncak
Terlepas dari kekurangan di atas, saya kira, novel ini sangat patut untuk mendapatkan apresiasi yang setinggi-tingginya. Walaupun tak seperti novel-novel inspiratif seperti Laskar Pelanginya Andrea Hiratta, dan Ayat-ayat Cintanya Habiburrahman, Donny Dirgantoro telah berhasil menampilkan kejutan-kejutan yang sulit diduga oleh para pembacanya. Demikian, Selamat membaca! [Nur Haris Ali /08.320.225]


7 komentar:

  1. karena novel ini, saya ingin sekali mendaki dan kepuncak mahameru!!

    oh ia, 9matahari dan 5menara jg memiliki tema yang cukup menarik untuk dibaca..

    BalasHapus
  2. Oh iya, begitu ya, mas?

    Baiklah, tambah lagi nih, daftar buku wajib dibaca :)

    salam

    BalasHapus
  3. udah 3x baca 5cm gak pernah boseeen . skrg kangen baca lagi, tapi lupa naruh bukunya dimana .. huhuhuhuhuhu :(

    BalasHapus
  4. buku yang sangat saya suka...inspiring... :)) :thumb:

    BalasHapus
  5. buku yang sangat ingin saya beli dan baca membacanya ..

    BalasHapus
  6. film dan cerita novel sangat menarik.membuat saya makin merahi mimpi.sampai saya membuat foster 5cm.thanks pada penulis dan peran film.

    BalasHapus

Bagaimana pendapat Anda terkait tulisan di atas? Silakan tinggalkan komentar Anda di sini